Enam bulan kemudian...

Pagi yang cerah di kompleks perumahan yang kini dikenal sebagai "Komplek Mantan". Sebuah plang baru terpasang di gerbang utama, membuat orang-orang yang lewat tersenyum geli.

Azmi dan Dellvina sedang duduk di teras rumah mereka, menikmati udara pagi. Perut Dellvina kini sudah membesar.

Dellvina: "Mas, coba lihat. Ide konyolku benar-benar jadi kenyataan."

Azmi tertawa kecil: "I-iya, De. Komplek kita jadi terkenal sekarang."

Tiba-tiba, rayzan dan Mishel keluar dari rumah mereka di sebelah.

rayzan: "Pagi, penghuni Komplek Mantan!"

Mishel: "Gimana kabarnya calon ibu yang cantik ini?"

Dellvina tersenyum lebar: "Baik, Rel. Si kecil juga aktif banget nih."

Tak lama kemudian, archa, salsa, dan Resa juga keluar dari rumah mereka masing-masing.

archa: "Wah, ada acara kumpul-kumpul nih?"

salsa: "Kayaknya kita perlu bikin acara rutin deh. Kumpul-kumpul penghuni Komplek Mantan."

Resa: "Setuju! Sekalian nanti kita bisa cerita ke anak-anak kita tentang sejarah unik komplek ini."

Semua tertawa mendengar ide itu.

Azmi: "Ka-kalian ini. Ma-masih saja bercanda soal itu."

Dellvina mengelus perutnya: "Tapi lucu kan, Mas? Nanti anak kita bisa bangga tinggal di komplek unik."

archa: "Eh, ngomong-ngomong soal anak. Udah kepikiran nama belum?"

Dellvina dan Azmi saling pandang, tersenyum.

Dellvina: "Sudah dong. Tapi masih rahasia."

rayzan: "Ah, jangan gitu dong. Kasih tau dong!"

Azmi: "Na-nanti juga tau sendiri."

Mereka semua mengobrol dan bercanda, menikmati pagi yang cerah. Suasana di Komplek Mantan begitu hangat dan penuh keakraban.

Tiba-tiba, Dellvina merasakan tendangan kecil di perutnya.

Dellvina: "Mas! Anak kita nendang!"

Azmi langsung meletakkan tangannya di perut Dellvina, matanya berbinar.

Azmi: "Wa-wah, iya! Ha-halo, nak. Ini ayah."

Semua yang hadir terharu melihat momen manis itu.

Mishel: "Duh, jadi nggak sabar pengen lihat si kecil lahir."

salsa: "Iya, pasti lucunya kebangetan."

Dellvina menatap Azmi penuh cinta: "Mas, aku bahagia banget bisa sampai ke titik ini sama kamu."

Azmi mencium kening Dellvina lembut: "A-aku juga, De. Te-terima kasih sudah menjadi istriku, dan sebentar lagi menjadi ibu dari anakku."

Mereka berdua berpelukan, dikelilingi teman-teman yang sudah seperti keluarga.

archa: "Nah, ini baru namanya happy ending!"

Resa: "Bukan ending, Ra. Ini baru awal cerita baru mereka."

rayzan mengangkat cangkir kopinya: "Mari kita bersulang untuk Azmi dan Dellvina, dan untuk Komplek Mantan kita tercinta!"

Semua tertawa dan mengangkat cangkir mereka.

Azmi memandang sekeliling, merasakan kebahagiaan yang meluap. Dari semua kesalahpahaman dan cobaan yang mereka lalui, inilah akhirnya. Sebuah keluarga baru yang akan segera lahir, dan komunitas yang penuh cinta dan dukungan.

Dellvina berbisik: "Mas, aku cinta kamu."

Azmi: "A-aku juga cinta kamu, De. Se-selamanya."

Mereka berciuman lembut, sementara teman-teman mereka bersorak gembira. Di Komplek Mantan, cinta selalu menemukan jalannya, dan kebahagiaan selalu ada di setiap sudutnya.