BONUS
Bab 56 dari Novel Komplek Mantan
Pagi yang cerah di "Komplek Mantan" - nama yang akhirnya melekat, meski awalnya hanya sebagai candaan di antara penghuninya. Azmi dan Dellvina duduk di teras rumah mereka, dengan bayi mungil berusia bulan dalam gendongan Dellvina.
Azmi: "Su-sudah setahun ya, De. Ra-rasanya baru kemarin kita dapat kabar bahagia ini."
Dellvina tersenyum, mengelus lembut pipi bayi mereka: "Iya, Mas. Waktu berlalu begitu cepat."
Tiba-tiba, terdengar suara ribut dari rumah sebelah.
rayzan: "Mishel! Kamu lihat botol susu kita nggak?"
Mishel (dari dalam rumah): "Aduh, Bang! Udah aku taruh di tas bayi!"
Azmi dan Dellvina tertawa kecil. rayzan dan Mishel baru saja dikaruniai anak kembar sebulan yang lalu.
Dellvina: "Kayaknya tetangga kita masih adaptasi ya, Mas."
Azmi mengangguk: "I-iya, De. Ta-tapi mereka pasti bisa."
Dari kejauhan, terlihat archa berjalan mendekat, dituntun oleh suaminya, Rayanas.
archa: "Pagi, Azmi, Dellvina! Gimana kabar si kecil?"
Dellvina: "Baik, Ra. Makin aktif aja dia."
Rayanas: "Boleh kami gabung?"
Azmi: "Te-tentu saja. A-ayo duduk."
Mereka berbincang santai, sampai salsa dan Doni muncul dari rumah mereka, membawa sekeranjang kue.
salsa: "Halo semua! Kami bawa kue buat sarapan bareng nih!"
Doni: "Iya, resep baru salsa. Cobain deh!"
Tak lama kemudian, Resa dan Andi juga bergabung, membawa termos berisi kopi.
Resa: "Wah, kumpul-kumpul nih? Pas banget, kami bawa kopi!"
Andi: "Sekalian mau kasih kabar gembira."
Semua menoleh penasaran.
Resa (dengan malu-malu): "Aku aku hamil."
Sorakan gembira memenuhi teras rumah Azmi dan Dellvina. Ucapan selamat mengalir untuk Resa dan Andi.
Farizsa, yang baru pulang dari jogging pagi, ikut bergabung.
Farizsa: "Ada apa nih? Kok rame?"
archa: "Resa hamil, Zsa!"
Farizsa: "Wah, selamat ya Resa, Andi! Tambah satu lagi anggota Komplek Mantan nih!"
Semua tertawa mendengar candaan Farizsa.
Dellvina: "Eh, ngomong-ngomong soal Komplek Mantan. Gimana kalau kita bikin acara rutin tiap bulan? Kumpul-kumpul gini?"
Semua menyetujui ide Dellvina dengan antusias.
Azmi memandang ke sekeliling, melihat wajah-wajah bahagia teman-temannya. Dia tidak bisa tidak tersenyum.
Azmi: "Te-ternyata, dari semua kesalahpahaman dan ke-kekacauan, ki-kita malah jadi keluarga besar ya."
Dellvina menggenggam tangan Azmi: "Iya, Mas. Mungkin inilah yang namanya takdir."
Mereka semua melanjutkan obrolan, diselingi tawa dan candaan. Bayi-bayi yang ada mulai rewel minta perhatian, menambah kehangatan suasana pagi itu.
Di Komplek Mantan, kisah cinta tidak berakhir. Justru, kisah-kisah baru dimulai. Dari kesalahpahaman menjadi pengertian, dari luka menjadi penyembuhan, dari perpisahan menjadi persatuan.
Azmi memandang Dellvina dan bayi mereka, lalu ke teman-temannya. Dia berbisik pelan:
"Te-terima kasih, Ya Allah. U-untuk semua keajaiban ini."
Dellvina mendengarnya dan tersenyum lembut. "Aamiin, Mas."
Dan begitulah, di Komplek Mantan, mereka semua menemukan arti sebenarnya dari cinta, pengampunan, dan keluarga. Bukan hanya mantan, tapi juga masa depan yang cerah.
TAMAT.