Perjalanan Pulang dan Kenangan Masa Lalu
Bab 50 dari Novel Komplek Mantan
Pesan salsa: "Azmi, bisakah kau antar kami pulang? Doni harus mengurus beberapa hal untuk rujuk kami."
Pesan Resa: "Iya, Mi. Andi juga sama. Kami butuh tumpangan."
Azmi tersenyum membaca pesan-pesan itu dan segera menghampiri mereka di cafe.
Azmi: "Ba-bagaimana? Sudah siap pulang?"
salsa: "Iya, Mi. Terima kasih ya sudah mau mengantar."
Resa: "Kau benar-benar penyelamat kami hari ini, Azmi."
Mereka bertiga masuk ke mobil Azmi. Suasana awalnya hening, sampai salsa memecah kesunyian.
salsa: "Jadi... bagaimana tadi? Aku masih tidak percaya semua ini terjadi."
Azmi tersenyum: "A-aku senang kalian bisa berbaikan dengan Doni dan Andi."
Resa: "Ini semua berkatmu, Azmi. Entah bagaimana kami bisa membalas kebaikanmu."
Azmi: "Ja-jangan berlebihan. A-aku hanya ingin kalian bahagia."
salsa: "Tapi serius, Mi. Kau benar-benar mengubah hidup kami hari ini."
Resa mengangguk setuju: "Iya, Mi. Aku tidak menyangka akan mendapat kesempatan kedua dengan Andi."
Azmi: "Ka-kalian pantas mendapatkannya. Ci-cinta sejati selalu mendapat kesempatan kedua."
salsa: "Ngomong-ngomong soal cinta sejati... bagaimana kabar Dellvina, Mi? Sudah ada kabar?"
Azmi terdiam sejenak, ekspresinya berubah sedih. Dia menghela napas berat.
Azmi: "Be-belum ada kabar. A-aku... aku masih menunggunya."
Resa, menyadari perubahan suasana, cepat-cepat mengalihkan pembicaraan.
Resa: "Eh, Mi! Mobilmu punya koleksi lagu lama tidak?"
Azmi: "A-ada beberapa. Ke-kenapa?"
salsa: "Coba putar Laskar Pelangi deh! Itu kan lagu favorit kita dulu waktu SMA."
Azmi mengangguk dan memutar lagu tersebut. Tiba-tiba suasana di mobil berubah ceria.
salsa mulai bernyanyi: "Mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia..."
Resa menyambung: "Berlarilah tanpa lelah, sampai engkau meraihnya..."
Azmi, meski awalnya ragu, akhirnya ikut bernyanyi: "La-laskar pelangi... ta-takkan terikat waktu..."
Mereka bertiga bernyanyi bersama, mengingat masa-masa di sekolah dulu.
salsa: "Astaga, sudah lama sekali kita tidak seperti ini!"
Resa: "Iya! Jadi ingat waktu kita sering nyanyi-nyanyi sepulang sekolah."
Azmi tersenyum: "Ka-kalian masih ingat saja."
salsa: "Tentu saja ingat, Mi! Itu kenangan yang indah."
Resa: "Mi, ada yang ingin kami sampaikan."
Azmi: "A-apa itu?"
salsa: "Kami... kami ingin minta maaf, Mi."
Azmi: "Mi-minta maaf? Untuk apa?"
Resa: "Untuk masa lalu, Mi. Kami sadar kami pernah mempermainkan perasaanmu."
salsa mengangguk: "Iya, Mi. Kami menyesal atas apa yang kami lakukan dulu."
Azmi terdiam sejenak, lalu tersenyum lembut: "Su-sudahlah. Itu semua sudah berlalu."
Resa: "Tapi tetap saja, Mi. Kami merasa bersalah. Dan hari ini, kau masih mau membantu kami."
Azmi: "Ka-kalian pantas mendapatkan kesempatan kedua. Ki-kita semua pantas bahagia."
Mereka melanjutkan perjalanan dengan bernyanyi dan bernostalgia. Meski ada kesedihan yang tersembunyi di hati Azmi karena memikirkan Dellvina, dia merasa sedikit lebih ringan bisa menghabiskan waktu seperti ini dengan teman-teman lamanya.