Keajaiban Cinta dan Pengampunan
Bab 49 dari Novel Komplek Mantan
Resa: "Andi, aku... aku tidak menyangka kau melewati semua itu sendirian."
Andi: "Maafkan aku, Resa. Aku pikir dengan berbohong, aku melindungimu."
Resa menggenggam tangan Andi: "Kita seharusnya menghadapi ini bersama, Andi."
Di meja lain, salsa dan Doni juga tengah bercakap-cakap.
salsa: "Doni, kenapa kau tidak cerita padaku tentang masalahmu?"
Doni: "Aku takut, salsa. Takut kau akan membenciku."
salsa tersenyum lembut: "Bodoh. Aku istrimu. Seharusnya kita hadapi semua bersama."
Setelah pembicaraan panjang, kedua pasangan itu akhirnya memutuskan untuk memberi kesempatan kedua pada hubungan mereka.
Resa: "Andi, ayo kita mulai lagi dari awal. Kita hadapi semua bersama-sama."
Andi memeluk Resa erat: "Terima kasih, Resa. Aku janji akan menjadi suami yang lebih baik."
salsa juga mengambil keputusan serupa: "Doni, aku mau kita coba lagi. Tapi kali ini, tidak ada lagi rahasia di antara kita, oke?"
Doni mengangguk, air mata bahagia mengalir di pipinya: "Aku janji, salsa. Terima kasih untuk kesempatan ini."
salsa tiba-tiba teringat sesuatu: "Doni, aku harus memberitahu archa tentang ini. Bolehkah aku meneleponnya sebentar?"
Doni mengangguk: "Tentu, sayang.."
Sementara itu, di kafe tempat Dellvina, archa, Mishel, rayzan, dan Farizsa berkumpul, suasana hangat dan ceria masih terasa.
Farizsa: "Kalian ingat tidak waktu Azmi tersandung di upacara kelulusan?"
archa tertawa: "Oh ya! Dia hampir menjatuhkan piala siswa terbaik!"
Dellvina tersenyum, membayangkan suaminya: "Dia memang selalu ceroboh, tapi itulah yang membuatnya manis."
Tiba-tiba, ponsel archa berdering. Dia mendengar nama di bacakan oleh pembaca layarnya: "Eh, ini dari salsa."
archa: "Teman-teman, aku angkat telepon sebentar ya."
Semua mengangguk, dan suasana menjadi hening saat archa berbicara di telepon.
archa: "Halo, salsa? Ada apa? ... Apa? Azmi melakukan apa? ... Ya Tuhan, benarkah? ... Lalu bagaimana? ... Oh, syukurlah!"
Setelah beberapa menit, archa menutup telepon dengan wajah takjub.
Dellvina: "Ada apa, Cha? Apa yang terjadi?"
archa: "Sumpah Kalian tidak akan percaya ini. Azmi... dia baru saja mempersatukan kembali salsa dengan Doni, dan Resa dengan Andi!"
Semua terkesiap.
Farizsa: "Bagaimana bisa?"
archa menceritakan semua yang dia dengar dari salsa. Tentang bagaimana Azmi membawa mereka ke kafe, mempertemukan mereka dengan mantan suami masing-masing, dan membantu mereka berdamai.
Mishel: "Ya ampun, Azmi benar-benar luar biasa."
rayzan: "Dia masih saja memikirkan kebahagiaan orang lain, bahkan di saat dia sendiri sedang kesulitan."
Dellvina terdiam, air matanya mulai mengalir. "Azmi... dia... dia masih saja seperti itu."
Farizsa menepuk pundak Dellvina: "Itulah Azmi yang kita kenal, Dellvina. Selalu mendahulukan orang lain."
Dellvina terisak: "Aku... aku harus menemuinya. Aku harus minta maaf. Aku sudah salah paham padanya."
archa: " Dellvina, pergilah. Temui Azmi. Dia pasti sangat merindukanmu."
Mishel: "Iya, Del. Jangan buang waktu lagi. Azmi membutuhkanmu."
Dellvina berdiri, masih dengan air mata mengalir: "Terima kasih, teman-teman. Terima kasih sudah membuka mataku."
rayzan: "Ayo, biar kuantar kau ke rumah. Azmi pasti ada di sana."
Dellvina mengangguk. Sebelum pergi, dia memeluk archa dan Farizsa sekali lagi.
Dellvina: "Terima kasih. Aku beruntung memiliki teman-teman seperti kalian."
Mereka semua tersenyum, merasa bahagia karena akhirnya kesalahpahaman ini akan berakhir.
Saat Dellvina dan rayzan pergi, Farizsa berbisik pelan: "Semoga mereka berbahagia. Azmi pantas mendapatkannya."
archa mengangguk setuju: "Ya, mereka berdua pantas bahagia. Dan kita semua, berkat Azmi, juga mendapatkan kesempatan untuk bahagia."
Malam itu, cinta dan pengampunan mengalir di udara, membawa harapan baru bagi semua yang terlibat.