Pertemuan yang Tak Terduga
Bab 48 dari Novel Komplek Mantan
salsa: "Azmi, sebenarnya kita mau ke mana?"
Azmi: "Sa-sabar ya. Se-sebentar lagi kita sampai."
Resa: "Apa terjadi sesuatu? Kau kelihatan aneh."
Azmi tersenyum tipis: "Pe-percayalah padaku. A-ada yang ingin kutunjukkan pada kalian."
Mereka tiba di sebuah kafe. Azmi membimbing Resa dan salsa ke dua meja yang berbeda.
Resa: "Azmi, apa maksudnya ini?"
Azmi: "Re-Resa, salsa, tolong dengarkan aku. A-apapun yang terjadi nanti, ku-kumohon bersabarlah dan ikuti arahanku."
salsa: "Azmi, kau membuatku takut. Ada apa sebenarnya?"
Azmi: "Pe-percayalah padaku. I-ini untuk kebaikan kalian."
Azmi mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang. "Su-sudah siap. Ka-kalian bisa masuk sekarang."
Beberapa saat kemudian, Andi dan Doni memasuki kafe. Mereka berjalan ke meja masing-masing, di mana Resa dan salsa duduk.
Andi (dengan suara pelan): "Resa..."
Resa terkesiap, mengenali suara itu. "A-andi? Apa yang..."
Di meja lain, Doni bersuara: "salsa, ini aku."
salsa membeku. "Doni? Bagaimana bisa..."
Azmi berdiri di antara kedua meja. "Te-teman-teman, ku-kumohon dengarkan mereka. Me-mereka punya sesuatu yang penting untuk disampaikan."
Andi mulai berbicara: "Resa, aku... aku minta maaf. Aku berbohong padamu. Aku tidak pernah selingkuh."
Resa: "Apa maksudmu, Andi?"
Andi: "Aku bangkrut, Resa. Aku tertipu dalam bisnis dan kehilangan segalanya. Aku... aku berbohong tentang selingkuh agar kau meninggalkanku. Aku pikir kau pantas mendapatkan yang lebih baik."
Resa terdiam, shock mendengar pengakuan Andi.
Di meja lain, Doni berbicara: "salsa, aku juga minta maaf. Aku tidak pernah bermaksud menyakitimu."
salsa: "Lalu kenapa, Doni? Kenapa kau meninggalkanku?"
Doni: "Aku... aku terlibat kasus hukum. Aku tidak ingin menyeretmu dalam masalahku. Tapi sekarang... aku ingin memperbaiki semuanya."
salsa menutup mulutnya, tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Azmi berdiri di tengah, memandang kedua pasangan itu bergantian.
Azmi: "Te-teman-teman, a-aku tahu ini mengejutkan. Ta-tapi mereka datang dengan niat baik. Me-mereka ingin memperbaiki kesalahan mereka."
Resa: "Tapi Azmi, bagaimana bisa..."
Azmi: "A-aku bertemu mereka secara tidak sengaja. Me-mereka menceritakan semuanya padaku. A-aku pikir kalian berhak tahu kebenaran."
salsa: "Azmi, kenapa kau melakukan ini?"
Azmi tersenyum lembut: "Ka-karena aku percaya pada cinta dan kesempatan kedua. Ka-kalian semua pantas bahagia."
Andi dan Doni mengangguk, berterima kasih pada Azmi.
Andi: "Resa, aku tahu aku salah. Tapi aku ingin memperbaiki semuanya. Aku masih mencintaimu."
Doni: "salsa, aku juga. Aku menyesal atas semua kebohonganku. Bisakah... bisakah kita mulai lagi dari awal?"
Resa dan salsa terdiam, air mata mulai menggenang di mata mereka.
Azmi: "Ka-kalian tidak perlu memutuskan sekarang. Ta-tapi tolong, be-berilah mereka kesempatan untuk menjelaskan semuanya."
Resa dan salsa terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan.
Resa: "Baiklah, Andi. Aku akan mendengarkanmu."
salsa: "Aku juga, Doni. Tapi ini bukan berarti aku sudah memaafkanmu."
Azmi tersenyum lega. "Te-terima kasih, teman-teman. A-aku akan meninggalkan kalian untuk bicara."
Saat Azmi hendak pergi, Resa memanggilnya.
Resa: "Azmi, terima kasih. Kau... kau benar-benar orang yang baik."
salsa mengangguk setuju: "Iya, Azmi. Terima kasih sudah peduli pada kami."
Azmi tersenyum, lalu meninggalkan kafe, memberi privasi pada kedua pasangan itu untuk berbicara. Dia berharap, dengan membantu teman-temannya menemukan kebahagiaan, mungkin dia juga akan menemukan jalannya kembali pada Dellvina.