Pertemuan yang Mengungkap Kebenaran
Bab 47 dari Novel Komplek Mantan
Mishel: "Del, kita ke meja nomor 7 ya."
Dellvina: "Oke, Hel."
Saat mereka mendekati meja, Dellvina tiba-tiba berhenti. Matanya melebar melihat siapa yang sudah menunggu di sana.
Dellvina: "Hel... itu..."
Di meja itu duduk Farizsa, archa, dan rayzan. Mereka tersenyum canggung melihat kedatangan Dellvina.
Dellvina berbalik, hendak pergi. "Aku tidak bisa melakukan ini."
Mishel menahan tangannya. "Del, kumohon. Dengarkan mereka sebentar saja."
Dellvina: "Tapi Hel..."
Mishel: "Percayalah padaku, Del. Ini penting."
Dengan ragu, Dellvina akhirnya mengangguk dan duduk di meja itu.
rayzan: "Terima kasih sudah mau datang, Dellvina."
Dellvina hanya mengangguk kaku.
archa: " Dellvina, kami tahu kau pasti bingung dan marah. Tapi kami di sini untuk menjelaskan semuanya."
Dellvina: "Menjelaskan apa? Bahwa suamiku lebih memilih mantan-mantannya?"
Farizsa menggeleng. "Bukan, Dellvina. Semuanya tidak seperti yang kau pikirkan."
archa mulai menjelaskan tentang pertemuannya dengan Azmi, bagaimana Azmi membantunya berdamai dengan Rayanas.
archa: "Azmi hanya mencoba membantu kami, Dellvina. Tidak ada yang lebih."
Dellvina terdiam, mencerna informasi itu.
Farizsa: "Dan soal kejadian di kantor... itu murni kecelakaan. Aku tersandung dan Azmi hanya mencoba menolongku."
Dellvina: "Tapi kenapa Azmi tidak menjelaskan semua ini padaku?"
rayzan: "Karena dia tidak punya kesempatan, Del. Kau pergi sebelum dia bisa menjelaskan."
Air mata mulai menggenang di mata Dellvina.
Dellvina: "Jadi... selama ini aku salah paham?"
Mishel memeluk Dellvina. "Tidak apa-apa, Del. Yang penting sekarang kau sudah tahu kebenarannya."
archa: " Dellvina, percayalah. Azmi sangat mencintaimu. Dia tidak pernah sekalipun berpikir untuk berpaling darimu."
Farizsa mengangguk setuju. "Benar, Dellvina. Aku melihat bagaimana Azmi memandangmu. Itu pandangan yang tidak pernah dia berikan pada siapapun, termasuk kami."
Dellvina terisak. "Aku... aku tidak tahu harus berkata apa."
archa mengulurkan tangannya. " Dellvina, maukah kau memaafkan kami? Atas semua kesalahpahaman ini?"
Dellvina menatap archa, lalu Farizsa. Perlahan, dia mengangguk.
Dellvina: "Ya... ya, aku memaafkan kalian."
Tiba-tiba, Dellvina berdiri dan memeluk archa dan Farizsa.
Dellvina: "Dan... terima kasih. Terima kasih sudah menjelaskan semuanya."
Farizsa: "Tidak, Dellvina. Kamilah yang harus berterima kasih. Kau telah membuat Azmi bahagia."
archa: "Benar. Azmi pantas mendapatkanmu, Dellvina."
Mereka bertiga berpelukan, air mata haru mengalir di pipi masing-masing.
rayzan dan Mishel tersenyum melihat pemandangan itu.
rayzan: "Syukurlah, akhirnya semua terungkap."
Mishel mengangguk. "Ya, sekarang tinggal membawa Azmi dan Dellvina kembali bersama."
Malam itu, suasana di kafe menjadi hangat. Dellvina, archa, dan Farizsa berbagi cerita, tertawa bersama. Kesalahpahaman telah sirna, digantikan oleh persahabatan yang baru.
Dellvina (dalam hati): "Azmi... maafkan aku. Aku akan pulang, sayang. Tunggu aku."