Kekosongan dan Air Mata
Bab 41 dari Novel Komplek Mantan
Sesampainya di kompleks, Azmi terkejut melihat rumahnya dan rumah rayzan gelap gulita.
Azmi (bergumam): "A-ada apa ini?"
Dia bergegas menuju rumah rayzan, mengetuk pintu dengan panik.
Azmi: "Fa-rayzan! Mishel! De- Dellvina!"
Tiba-tiba, suara rayzan terdengar dari belakangnya.
rayzan: "Percuma kau gedor, Mi. Tidak ada orang di dalam."
Azmi berbalik, terkejut. "Za-zan? Ma-maksudmu apa?"
rayzan menghela napas. "Mishel dan Dellvina... mereka pergi, Mi."
Azmi terhuyung. "Pe-pergi? Ke-kemana?"
rayzan: "Aku tidak tahu, Mi. Mishel hanya bilang mereka perlu waktu untuk menenangkan Dellvina."
Azmi: "Ta-tapi kenapa? A-apa yang terjadi?"
rayzan mengela napas dengan berat. "Mi, Mishel melihatmu pergi dengan archa tadi. Dellvina... dia sangat terpukul."
Azmi terduduk di tangga teras, wajahnya pucat. "Ya Allah... i-ini semua salah paham."
rayzan duduk di sebelah Azmi. "Aku tahu, Mi. Tapi Dellvina tidak tahu itu. Dia hanya melihat suaminya pergi dengan mantan pacarnya setelah kejadian di kantor."
Azmi: "A-aku harus menjelaskan padanya, Zan. A-aku harus mencarinya."
rayzan menepuk pundak Azmi. "Tenang dulu, Mi. Beri Dellvina waktu. Untuk sementara, menginaplah di rumahku. Kita pikirkan cara untuk menjelaskan semuanya pada Dellvina."
Azmi mengangguk lemah. "Ba-baiklah, Zan. Te-terima kasih."
Sementara itu, di dalam taksi yang melaju meninggalkan kota, Dellvina masih terisak di pelukan Mishel.
Mishel: "Del, sudahlah. Jangan menangis terus."
Dellvina: "A-aku tidak bisa, Hel. Sakit... sakit sekali."
Mishel: "Aku tahu, Del. Tapi kita harus kuat."
Dellvina (monolog internal):
"Mas . kenapa? Kenapa kau lakukan ini padaku? Apa semua janji kita hanya kebohongan? Apa cintamu padaku tidak cukup? Apa salahku? Apa kurangku? Kenapa harus archa? Kenapa harus mantanmu? Ya Allah... aku tidak sanggup. Aku tidak sanggup melihatmu bersama wanita lain. Aku mencintaimu, mas. Sangat mencintaimu. Tapi kenapa... kenapa kau menyakitiku seperti ini?"
Mishel mengelus rambut Dellvina. "Del, mungkin ada penjelasan untuk semua ini."
Dellvina menggeleng. "Penjelasan apa,Hel? Kau yang melihatnya dengan matamu sendiri. Azmi... dia pergi dengan archa."
Mishel: "Tapi Del, kita kenal Azmi. Dia bukan tipe orang yang akan mengkhianatimu begitu saja."
Dellvina: "Lalu kenapa, Hel? Kenapa dia lakukan ini?"
Mishel terdiam sejenak. "Aku tidak tahu, Del. Tapi aku yakin, Azmi punya alasan."
Dellvina kembali terisak. "Aku takut, Rel. Aku takut kehilangan Azmi."
Mishel memeluk Dellvina erat. "Kita akan hadapi ini bersama, Del. Aku akan selalu ada untukmu."
Taksi terus melaju dalam kegelapan malam, membawa Dellvina dan Mishel entah kemana. Di belakang mereka, kota yang mereka tinggalkan semakin mengecil, menyimpan semua kesedihan dan kebingungan yang mereka tinggalkan.
Dellvina (berbisik): "Mas... aku mencintaimu. Tapi kenapa... kenapa harus seperti ini?"