Pertemuan yang Mengharukan
Bab 40 dari Novel Komplek Mantan
Azmi: "I-archa, hati-hati. A-ada meja di depan."
archa: "Azmi, sebenarnya ada ap--"
Azmi: "Ra-Rayanas, kami sudah datang."
archa terkejut mendengar nama Rayanas. "Rayanas? Dia di sini?"
Rayanas: "Iya, archa. Aku di sini."
Azmi membantu archa duduk. "Du-duduklah, archa. A-aku akan menjelaskan semuanya."
Suasana tegang menyelimuti meja itu.
Azmi: "Ra-Rayanas, bolehkah aku yang mulai?"
Rayanas: "Silakan, Azmi."
Azmi menarik napas dalam. "I-archa, a-ada yang harus kamu ketahui tentang Rayanas dan... Resa."
archa tersentak. "Apa? Resa? Ada apa dengan mereka?"
Azmi: "Me-mereka... mereka dekat, archa. Ta-tapi sebelum kamu marah, de-dengarkan dulu."
Azmi menceritakan pertemuannya dengan Resa, bagaimana Resa mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya.
Azmi: "Re-Resa menceritakan sesuatu padaku, archa. Te-tentang masa lalu kita."
archa: "Masa lalu? Apa maksudmu?"
Azmi: "Di-dia bilang, dulu kamu yang memberinya tantangan untuk membuatku jatuh cinta. Ta-tapi kemudian kamu juga yang membongkar semuanya padaku."
archa terdiam, wajahnya memucat.
Azmi: "I-archa, aku tidak menyalahkanmu. Ta-tapi Resa merasa itu adalah awal dari semuanya. Di-dia merasa sakit hati, dan itu membuatnya... melakukan hal ini dengan Rayanas."
archa terisak pelan. "Ya Allah... aku... aku tidak menyangka perbuatanku di masa lalu akan berakibat seperti ini."
Azmi: "I-archa, kita semua pernah membuat kesalahan. Ya-yang penting sekarang adalah memperbaiki apa yang bisa diperbaiki."
Rayanas akhirnya angkat bicara. "archa, aku... aku minta maaf. Aku tahu aku sudah sangat menyakitimu."
archa mengulurkan tangannya, mencari tangan Rayanas. Rayanas menyambutnya.
archa: "Rayanas... aku juga minta maaf. Mungkin aku juga punya salah hingga kamu mencari orang lain."
Rayanas: "Tidak, archa. Ini salahku. Aku berjanji akan menjadi suami yang lebih baik. Maukah... maukah kamu memberiku kesempatan kedua?"
archa mengangguk pelan, air matanya mengalir. "Iya, Rayanas. Mari kita mulai lagi dari awal."
Azmi tersenyum mendengarnya. "Ka-kalian bisa memulai dari awal. Sa-saling memaafkan dan memperbaiki diri."
archa berpaling ke arah suara Azmi. "Azmi, aku... aku tidak menyangka kamu yang akan menyelamatkan rumah tanggaku. Maafkan aku atas semua yang kulakukan padamu di masa lalu."
Azmi: "Su-sudah kumaafkan sejak dulu, archa. A-aku hanya ingin kalian bahagia."
Rayanas: "Azmi, terima kasih. Kau benar-benar telah membantu kami."
Azmi mengangguk. "A-aku senang bisa membantu. Se-sekarang, maaf, aku harus pergi. A-ada yang harus kuselesaikan."
archa: "Azmi, sekali lagi terima kasih. Kau orang yang luar biasa."
Azmi tersenyum, meski tahu archa tidak bisa melihatnya. Dia berdiri, bersiap untuk pergi, berharap masih belum terlambat untuk menjelaskan segalanya pada Dellvina.
Azmi (dalam hati): "De- Dellvina... aku harus menjelaskan semuanya padamu."