Kebingungan dan Air Mata
Bab 39 dari Novel Komplek Mantan
archa membuka pintu, terkejut mendengar suara Azmi. "Azmi? Ada apa?"
Azmi: "I-archa, kita harus pergi sekarang."
archa: "Pergi? Tapi kemana? Ada apa ini?"
Azmi: "A-aku akan jelaskan di mobil. Sekarang, ki-kita harus cepat."
archa, meski bingung, mengangguk. "Baiklah, beri aku waktu sebentar untuk bersiap."
Setelah beberapa menit, archa keluar dan masuk ke mobil Azmi. Mereka segera melaju meninggalkan kompleks.
Tanpa mereka sadari, Mishel menyaksikan semuanya dari kejauhan. Matanya melebar, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Mishel (berbisik): "Ya Allah... apa yang terjadi?"
Dengan langkah berat, Mishel kembali ke rumahnya. Dellvina, yang masih di dalam, langsung menghampirinya.
Dellvina: "Hel, mana Azmi? Kenapa wajahmu pucat begitu?"
Mishel terdiam, tidak tahu harus berkata apa.
Dellvina: "Hel, ada apa? Katakan padaku!"
Mishel: "Del... aku... aku melihat Azmi..."
Dellvina: "Melihat Azmi apa? Dia kemana?"
Mishel menarik napas dalam. "Aku melihat Azmi... pergi bersama archa."
Dellvina terdiam, matanya melebar tak percaya. "A-apa? Tidak mungkin..."
Mishel: "Del, mungkin ada penjelasannya. Kita jangan berprasangka dulu."
Tapi Dellvina sudah tak bisa menahan air matanya. Dia jatuh terduduk, tangisnya pecah.
Dellvina: "Kenapa, hel? Kenapa dia lakukan ini padaku?"
Mishel memeluk Dellvina erat. "Del, dengarkan aku. Pasti ada penjelasan untuk semua ini."
Dellvina menggeleng kuat. "Tidak, hel. Aku tidak sanggup lagi. Aku... aku ingin pergi dari sini."
Mishel: "Pergi? Kemana?"
Dellvina: "Kemana saja. Aku tidak bisa tinggal di sini lagi. Tidak setelah semua ini."
Mishel terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Baiklah, Del. Kalau itu maumu. Tapi aku akan ikut denganmu."
Dellvina menatap Mishel. "Tapi, Hel... bagaimana dengan rayzan?"
Mishel: "rayzan akan mengerti. Yang penting sekarang, aku tidak bisa membiarkanmu sendirian."
Sementara itu, di dalam mobil Azmi, suasana hening mencekam. archa akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
archa: "Azmi, sebenarnya kita mau kemana?"
Azmi: "Ki-kita akan ke cafe. A-ada yang ingin bertemu denganmu."
archa: "Siapa? Ada apa sebenarnya?"
Azmi: "Na-nanti kamu akan tahu. Se-sekarang, tolong percaya padaku."
archa terdiam, pikirannya berkecamuk. Dia melirik Azmi yang terlihat tegang.
archa (dalam hati): "Azmi, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu seperti ini?"
Mobil terus melaju menuju cafe, membawa Azmi dan archa ke pertemuan yang mungkin akan mengubah segalanya. Sementara di belakang, di kompleks perumahan, Dellvina dan Mishel bersiap untuk pergi, meninggalkan semua kebingungan dan rasa sakit di belakang mereka.
Dellvina: "hel, aku takut..."
Mishel: "Aku tahu, Del. Tapi kita akan hadapi ini bersama, oke?"
Dellvina mengangguk lemah, air matanya masih mengalir. Mereka berdua mulai berkemas, bersiap untuk meninggalkan kompleks, tanpa tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi dan apa yang menanti mereka di depan.