Azmi bergegas menuju ruangannya, mengambil kunci mobil dengan tangan gemetar. Langkahnya yang khas terdengar di sepanjang koridor kantor.

rayzan yang kebetulan ada di sana, mendengar langkah Azmi.

rayzan: "Azmi! Hei, Mi! Ada apa?"

Namun Azmi terus berjalan, seolah tak mendengar panggilan rayzan.

rayzan (bergumam): "Aneh, ada apa ya?"

Di jalan, Azmi mengemudi dengan kecepatan tinggi, pikirannya kacau.

Azmi (monolog internal): "De- Dellvina... ku-kumohon, dengarkan penjelasanku..."

Dia nyaris menabrak mobil di depannya, membuat klakson berbunyi nyaring.

Pengemudi lain: "Hei, hati-hati dong!"

Azmi akhirnya tiba di rumah. Dia membuka pintu dengan tergesa-gesa.

Azmi: "De- Dellvina! Dellvina, kamu di mana?"

Dia mencari ke seluruh ruangan, tapi Dellvina tak ada di mana pun.

Azmi: "Ya Allah... ke-ke mana dia?"

Tiba-tiba dia teringat Mishel. Dengan cepat, dia keluar rumah dan menuju rumah rayzan dan Mishel.

Di dalam rumah Mishel:

Dellvina: "Hel, itu... itu suara Azmi."

Mishel: "Iya, Del. Kamu mau ketemu dia?"

Dellvina menggeleng: "A-aku belum siap, Hel. Tolong... tolong bilang ke dia aku butuh waktu sendiri."

Mishel mengangguk: "Oke, Del. Aku yang akan bicara sama dia."

Mishel keluar dan menemui Azmi yang sedang mengetuk pintu dengan panik.

Azmi: "Ra-Mishel! Dellvina... apa Dellvina ada di dalam?"

Mishel: "Azmi, tenang dulu. Iya, Dellvina ada di dalam."

Azmi: "A-aku harus bicara dengannya, Rel. A-aku harus menjelaskan."

Mishel: "Azmi, dengar. Dellvina bilang dia butuh waktu sendiri dulu. Dia belum siap ketemu kamu."

Azmi terlihat hancur: "Ta-tapi Rel, i-ini semua hanya kesalahpahaman. A-aku harus--"

Tiba-tiba, ponsel Azmi berdering. Dia melirik layarnya sekilas, ekspresinya berubah.

Azmi: "Ma-maaf, rel. A-aku harus pergi sekarang."

Mishel: "Tapi Azmi, bagaimana dengan Dellvina?"

Azmi sudah berbalik, berjalan cepat menuju mobilnya. "A-aku akan kembali nanti. To-tolong jaga Dellvina."

Tanpa menunggu jawaban Mishel, Azmi masuk ke mobilnya dan menyalakan mesin. Dia menatap sejenak ke arah rumah, berharap bisa melihat Dellvina.

Azmi (berbisik): " Dellvina... ma-maafkan aku. A-aku mencintaimu."

Dengan berat hati, Azmi menjalankan mobilnya, meninggalkan rumah Mishel. Pikirannya terbagi antara keinginan untuk menjelaskan pada Dellvina dan urusan mendadak yang memanggilnya pergi.