Refleksi di Taman Komplek
Bab 33 dari Novel Komplek Mantan
Resa: "Eh, girls. Kalian udah denger soal acara di rumahnya Azmi dan Dellvina nanti malam?"
archa mengangguk. "Iya, aku udah dapet undangannya. Katanya sih acara syukuran gitu."
salsa: "Syukuran? Emangnya ada apa ya? Mereka baru pindah kan? Apa syukuran rumah baru?"
Resa menggeleng. "Kayaknya bukan deh. Soalnya mereka udah pindah beberapa waktu lalu kan?"
archa: "Oh, aku tau! Tadi Mishel cerita ke aku. Katanya sih ini syukuran karena Azmi naik jabatan jadi manajer di kantornya yang baru."
Resa dan salsa terkejut.
salsa: "Serius? Azmi jadi manajer?"
Resa: "Wah, aku nggak nyangka. Azmi... udah sesukses itu ya sekarang."
Mereka terdiam sejenak, masing-masing tenggelam dalam pikirannya sendiri.
archa (monolog internal):
"Ya Allah, Azmi udah jadi manajer sekarang. Dulu aku ninggalin dia karena mikir masa depannya nggak jelas. Ternyata... aku yang salah. Aku nyesel banget udah nyakitin dia dulu."
Resa (monolog internal):
"Azmi... maafin aku ya. Dulu aku cuma main-main sama perasaan kamu. Aku nggak nyangka kamu bisa sesukses ini sekarang. Aku bener-bener menyesal udah nyia-nyiain orang sebaik kamu."
salsa (monolog internal):
"Astaga, Azmi jadi manajer. Dulu aku ninggalin dia karena mikir dia nggak akan bisa mapan. Ternyata... aku salah besar. Andai waktu bisa diulang..."
archa memecah keheningan. "Girls, aku... aku ngerasa bersalah banget sama Azmi."
Resa menghela napas. "Same here. Dulu kita jahat banget ya sama dia."
salsa mengangguk. "Iya, kita udah nyakitin dia. Padahal dia baik banget sama kita dulu."
archa: "Tapi lihat sekarang. Dia udah sukses, punya istri yang cantik dan baik. Kita? Masih stuck di sini."
Resa: "Iya, karma emang ada ya. Kita yang dulu nyakitin dia, sekarang malah kita yang kena batunya."
salsa: "Bener banget. Eh, menurut kalian... apa kita pantes dateng ke acara nanti malam?"
archa terdiam sejenak. "Menurutku sih... ini kesempatan kita buat minta maaf sama Azmi. Sekalian ucapin selamat atas kesuksesannya."
Resa mengangguk setuju. "Bener juga. Mungkin ini saatnya kita move on beneran. Azmi udah bahagia, kita juga harus bisa bahagia buat dia."
salsa: "Iya, kita harus tunjukin ke Azmi kalo kita udah berubah. Kita bukan orang-orang yang dulu lagi."
archa tersenyum lemah. "Setuju. Yuk, kita siap-siap buat nanti malam. Kita harus tampil cantik, tapi nggak keliatan kayak mau nyaingin Dellvina."
Mereka tertawa kecil, mencairkan suasana yang tadinya agak berat.
Resa: "Oke deh. Yuk ah, kita pulang. Udah sore nih."
Mereka bertiga berdiri, bersiap untuk pulang. Namun sebelum berpisah, archa berkata,
archa: "Girls, apa pun yang terjadi nanti malam, inget ya. Kita dateng buat ngucapin selamat ke Azmi, bukan buat yang lain-lain."
Resa dan salsa mengangguk setuju.
salsa: "Bener. Kita harus tunjukin kalo kita udah dewasa dan bisa ikut bahagia buat kebahagiaan Azmi."
Mereka pun berpisah, masing-masing pulang ke rumahnya dengan perasaan campur aduk. Ada penyesalan, ada harapan, dan ada tekad untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka di acara nanti malam.