Kejutan yang Tak Terduga
Bab 31 dari Novel Komplek Mantan
Dellvina: "Mas, boleh tau nggak nama mantan kamu yang jadi asisten baru itu?"
Azmi: "Oh, na-namanya Farizsa."
Mendengar nama itu, Dellvina tiba-tiba tersedak minumannya.
Azmi: "De- Dellvina! Kamu nggak apa-apa?"
Dellvina terbatuk-batuk sebelum akhirnya bisa berbicara. "Fa-farizsa? Kamu bilang Farizsa?"
Azmi mengangguk, kebingungan. "I-iya, Farizsa. Ke-kenapa, De? Kamu kenal?"
Dellvina menarik napas dalam-dalam. "Mas... ini mungkin akan mengejutkanmu. Tapi... Farizsa itu tetangga baru kita."
Azmi terkejut. "A-apa? Te-tetangga baru?"
Dellvina: "Iya, Mas. Inget nggak waktu aku cerita ketemu tetangga baru? Yang rumahnya di antara rumah kita sama rumah rayzan? Itu... Farizsa."
Azmi terdiam, mencoba mencerna informasi ini. "Ta-tapi... bagaimana bisa?"
Dellvina menggelengkan kepala. "Aku juga nggak tau, Mas. Waktu itu aku dan Mishel ketemu dia pas dia baru pindahan. Tapi aku nggak nyangka kalau dia... mantanmu."
Azmi: "A-astaga... ini... ini terlalu kebetulan."
Dellvina: "Iya, Mas. Rasanya seperti... kita semua dikumpulkan di sini. Semua orang dari masa lalumu."
Azmi mengusap wajahnya, terlihat stres. "De- Dellvina... a-aku bersumpah, a-aku tidak tau apa-apa soal ini."
Dellvina menggenggam tangan Azmi. "Aku percaya sama kamu, Mas. Tapi... ini situasi yang aneh ya?"
Azmi mengangguk. "I-iya, De. A-aku juga nggak habis pikir."
Dellvina: "Mas... boleh aku tanya sesuatu?"
Azmi: "Te-tentu, De. Apa?"
Dellvina: "Farizsa ini... dia spesial ya dulu?"
Azmi terdiam sejenak. "Di-dia... cinta pertamaku, De. Ta-tapi itu dulu. Sekarang, kamu satu-satunya buatku."
Dellvina tersenyum lemah. "Aku ngerti, Mas. Tapi... situasi ini bikin aku khawatir."
Azmi: "A-aku mengerti, De. Ta-tapi kamu nggak perlu khawatir. A-aku cuma sayang sama kamu."
Dellvina menatap Azmi dalam-dalam. "Mas... aku minta satu hal ya."
Azmi: "A-apa itu, De?"
Dellvina: "Jangan buat aku kecewa ya, Mas. Aku... aku nggak tau apa aku bisa bertahan kalau kamu..."
Azmi cepat-cepat memotong. "De- Dellvina, dengarkan aku. A-aku nggak akan pernah, se-sekalipun, mengecewakanmu. Ka-kamu itu hidupku, De."
Air mata Dellvina mulai menggenang. "Bener ya, Mas?"
Azmi mengangguk tegas. "Be-bener, De. A-aku janji."
Dellvina: "Makasih ya, Mas. Maaf kalau aku terlalu paranoid."
Azmi: "Ng-nggak apa-apa, De. A-aku ngerti kok. Ki-kita hadapi ini sama-sama ya."
Dellvina mengangguk. "Iya, Mas. Kita tim yang kuat, kan?"
Azmi tersenyum. "I-iya, De. Ki-kita tim yang paling kuat."
Mereka berpegangan tangan erat, saling menatap dengan penuh cinta dan keyakinan. Meski situasi yang mereka hadapi terasa aneh dan sulit, tapi mereka yakin, selama mereka bersama dan saling percaya, mereka bisa menghadapi apapun.
Dellvina: "Mas... aku sayang banget sama kamu."
Azmi: "A-aku juga sayang banget sama kamu, De. Le-lebih dari apapun di dunia ini."
Malam itu, mereka pulang dengan perasaan yang campur aduk. Ada kekhawatiran, tapi juga ada keyakinan. Mereka tau, perjalanan mereka mungkin akan penuh tantangan, tapi cinta mereka lebih kuat dari apapun.