Malam Penuh Kejujuran
Bab 30 dari Novel Komplek Mantan
Dellvina: "Selamat datang, Mas. Kok pulangnya agak telat?"
Azmi: "I-iya, De. A-ada urusan sebentar tadi."
Dellvina membantu Azmi melepas jasnya. Saat mengambil jas itu, dia mencium aroma parfum yang asing, aroma wanita. Hatinya sedikit berdesir, tapi dia memilih untuk diam.
Dellvina (dalam hati): "Aroma apa ini? Bukan parfumku... Ah, mungkin dari kantor."
Dellvina: "Mas, ayo mandi dulu. Aku udah siapin baju ganti. Nanti kita berangkat ya."
Azmi mengangguk dan bergegas ke kamar mandi. Sementara Dellvina menyiapkan pakaian Azmi, pikirannya masih terganggu oleh aroma parfum tadi.
Setelah bersiap, mereka berangkat ke restoran. Di mobil, Azmi terlihat gugup.
Dellvina: "Mas, kamu nggak apa-apa? Kok kayaknya tegang gitu?"
Azmi: "Ng-nggak apa-apa kok, De. Cu-cuma capek aja."
Sesampainya di restoran, Azmi memperlakukan Dellvina dengan sangat manis. Dia menarik kursi untuk Dellvina, memesan makanan kesukaan istrinya, dan terus memuji penampilan Dellvina.
Dellvina: "Mas, kamu manis banget malam ini. Ada apa sih sebenernya?"
Azmi menarik napas dalam. "De- Dellvina sayang, a-ada yang mau aku omongin."
Dellvina merasakan jantungnya berdegup kencang. "Apa itu, Mas?"
Azmi: "I-ini soal kantor. A-aku... dapat asisten baru."
Dellvina: "Oh, bagus dong Mas. Terus kenapa? Kok kayaknya serius banget?"
Azmi: "A-asisten baruku... di-dia mantan pacarku waktu SMA."
Dellvina terkesiap, teringat aroma parfum di jas Azmi tadi. "Oh... gitu ya."
Azmi cepat-cepat menambahkan, "Ta-tapi De, a-aku udah bilang sama dia kalo kita harus profesional. A-aku juga udah bilang kalo aku udah menikah."
Dellvina terdiam sejenak. "Mas... aku boleh jujur?"
Azmi mengangguk, "Te-tentu, De."
Dellvina: "Tadi... aku mencium aroma parfum wanita di jasmu. Itu... dari dia ya?"
Azmi terkejut, "A-ah, i-itu... mungkin pas di kantor tadi."
Dellvina menatap Azmi dalam-dalam. "Mas, aku percaya sama kamu. Tapi... aku nggak bisa bohong, aku khawatir."
Azmi menggenggam tangan Dellvina erat. "De- Dellvina sayang, de-dengarkan aku. Ka-kamu satu-satunya di hidupku. A-aku nggak akan pernah mengkhianatimu."
Air mata Dellvina mulai menggenang. "Bener, Mas?"
Azmi mengangguk tegas. "Be-bener, De. A-aku sayang banget sama kamu. Ka-kamu itu segalanya buat aku."
Dellvina: "Tapi Mas... dia kan mantanmu. Apa kamu nggak... kepikiran lagi sama dia?"
Azmi menggeleng. "Ti-tidak, De. Di-dia cuma masa lalu. Ka-kamu itu masa kini dan masa depanku."
Dellvina tersenyum lembut, air matanya jatuh. "Mas... maafin aku ya udah ragu sama kamu."
Azmi menghapus air mata Dellvina dengan lembut. "Ng-nggak apa-apa, De. A-aku ngerti kok. Ta-tapi aku janji, aku akan selalu jujur sama kamu."
Dellvina: "Makasih ya, Mas. Udah mau jujur sama aku. Aku... aku cuma takut kehilangan kamu."
Azmi: "Ka-kamu nggak akan pernah kehilangan aku, De. A-aku janji."