archa, salsa, dan Resa berjalan beriringan menuju rumah archa, tangan mereka penuh dengan belanjaan sayur. Meski sudah selesai berbelanja, pikiran mereka masih dipenuhi dengan kemungkinan kehadiran Azmi di kompleks mereka.

archa: "Eh, girls. Aku mau nanya deh."

salsa: "Nanya apa, Cha?"

archa: "Kalian... masih inget nggak kenapa dulu putus sama Azmi?"

Resa terdiam sejenak. "Wah, kamu nanya beginian nih. Aku sih... yah, kalian tau sendiri lah. Aku ninggalin Azmi buat Andi."

salsa menghela napas. "Aku juga gitu. Ninggalin Azmi buat Doni. Padahal Doni malah lebih parah."

archa: "Sama dong kayak aku. Aku juga ninggalin Azmi buat Rayanas. Eh, taunya Rayanas malah selingkuh."

Mereka bertiga terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing.

Tiba-tiba salsa berucap, "Girls... kalian pernah kepikiran nggak? Apa yang kita alami ini... karma dari perbuatan kita ke Azmi dulu?"

Ucapan salsa membuat mereka semua terdiam. Suasana menjadi hening, hanya terdengar suara langkah kaki mereka di aspal.

archa: "sal... kok kamu ngomong gitu sih?"

Resa: "Tapi... ada benernya juga sih. Kita dulu ninggalin Azmi yang setia buat cowok lain, eh kita malah nyakitin."

archa menghela napas panjang. "Iya ya... Mungkin ini emang karma kali ya."

Mereka kembali terdiam, larut dalam pemikiran masing-masing. Namun, keheningan itu tiba-tiba dipecahkan oleh suara yang tak asing.

"archa! salsa! Resa!"

Mereka bertiga tersentak kaget. Suara itu... mereka kenal betul.

salsa: "Itu... suara Mishel kan?"

archa: "Iya, kayaknya. Eh, ada suara rayzan juga deh."

Resa: "Masa sih? Kok bisa?"

Tak lama, Mishel dan rayzan menghampiri mereka. Keduanya tampak berkeringat, sepertinya habis lari pagi.

Mishel: "Ya ampun! Beneran kalian! Kok bisa ada di sini?"

rayzan: "Wah, dunia emang sempit ya. Apa kabar nih?"

archa, salsa, dan Resa langsung histeris. Mereka tak menyangka akan bertemu teman lama mereka di sini.

archa: "Mishel! rayzan! Ya ampun, kangen banget!"

salsa: "Kok bisa kalian di sini? Kalian pindah ke sini ?"

rayzan: "Iya nih, kita baru pindah kemarin. Dapet mutasi kerja ke sini."

Mishel: "Kalian sendiri gimana? Udah lama tinggal di sini?"

Resa: "Kita udah setahun-an lah. Eh, tapi kok kalian bisa tau rumah kita di sini?"

Mishel: "Oh, kita nggak tau kok. Kita cuma lagi lari pagi aja, eh ketemu kalian."

archa: "Wah, kebetulan banget ya. Eh, ngomong-ngomong..."

archa ragu-ragu sejenak, tapi akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.

archa: "Kalian... pindah ke sini sama siapa?"

rayzan dan Mishel saling berpandangan.

rayzan: "Oh, kita pindah sama Azmi juga kok."

Mendengar nama itu, archa, salsa, dan Resa langsung terkesiap.

salsa: "Jadi... bener Azmi ada di sini?"

Mishel, yang tidak menyadari situasinya, menjawab dengan riang. "Iya, Azmi juga dapet mutasi ke sini. Dia pindah sama istrinya, Dellvina."

Mendengar kata 'istri', ketiga wanita itu tampak terkejut.

Resa: "Istri? Azmi udah nikah?"

rayzan, yang mulai menyadari situasinya, berusaha mengalihkan pembicaraan. "Eh, ngomong-ngomong kalian mau ke mana nih? Kok bawa-bawa sayur?"

archa, masih sedikit syok, menjawab pelan. "Kita... mau masak di rumahku. Hari ini giliranku."

Mishel: "Wah, asyik dong! Kita jadi inget masa kuliah dulu nih. Sering masak bareng-bareng."

salsa: "Iya ya... Banyak yang berubah ya sejak kuliah."

Suasana menjadi sedikit canggung. rayzan, yang menyadari hal ini, berusaha mencairkan suasana.

rayzan: "Eh, gimana kalau kapan-kapan kita kumpul-kumpul? Nostalgia gitu. Sekalian ramein kompleks baru kita."

Mishel: "Wah, ide bagus tuh, Bang! Kita bisa ajak Azmi sama Dellvina juga."

Mendengar nama Azmi disebut lagi, archa, salsa, dan Resa hanya bisa tersenyum kaku.

archa: "I-iya, boleh juga tuh. Kita atur ya nanti."

Resa: "Eh, udah siang nih. Kita duluan ya, Rel, Zan. Nanti kita kontak-kontakan lagi."

Mereka pun berpisah. archa, salsa, dan Resa melanjutkan perjalanan ke rumah archa dengan pikiran yang berkecamuk. Sementara Mishel dan rayzan melanjutkan lari pagi mereka, tidak menyadari gelombang emosi yang baru saja mereka timbulkan.

Sesampainya di rumah archa, mereka bertiga langsung duduk di ruang tamu, belanjaan terlupakan di lantai.

archa: "Girls... tadi itu beneran kan? Bukan mimpi?"

salsa: "Kayaknya sih beneran, Cha. Tapi kok rasanya..."

Resa: "Aneh ya? Azmi udah nikah. Dan sekarang dia ada di sini."

Mereka bertiga terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing. Tanpa sadar, mereka menghadapi kenyataan bahwa masa lalu yang mereka kira sudah lama berlalu, kini muncul kembali di hadapan mereka.