Teka-teki di Pagi Hari
Bab 15 dari Novel Komplek Mantan
archa: "salsa, tolong pilihkan wortel yang masih segar ya. Aku mau bikin sup nih."
salsa: "Siap, Cha. Eh, Resa, kamu mau beli apa?"
Resa: "Aku sih rencananya mau beli bayam sama kangkung. Tapi ngomong-ngomong..."
archa: "Kenapa, Res?"
Resa: "Aku masih kepikiran sama suara tadi lho. Kok kayaknya familiar banget ya?"
archa mengangguk, meski tahu temannya tidak bisa melihat. "Iya, aku juga masih kepikiran. Suaranya mirip banget sama Azmi."
salsa: "Azmi? Maksud kalian Azmi Arifin? Mantan kita bertiga?"
archa: "Iya, siapa lagi? Emangnya ada Azmi lain yang kita kenal?"
Resa: "Tapi kok bisa ya? Bukannya terakhir kita denger, Azmi kerja di Pekanbaru?"
salsa: "Iya, setauku juga gitu. Bareng rayzan kan ya?"
archa: "Nah, itu dia yang bikin aku bingung. Kok tiba-tiba ada di sini?"
Resa: "Jangan-jangan kita salah denger kali?"
archa menggeleng. "Nggak mungkin deh. Suara Azmi kan khas banget. Gagapnya itu lho, nggak mungkin ada yang sama persis."
salsa: "Iya sih. Tapi kalau emang beneran Azmi, ngapain dia di sini?"
archa: "Mungkin... pindah kerja?"
Resa: "Atau jalan-jalan kali?"
salsa: "Eh, daripada kita nebak-nebak, mending kita tanya aja sama Pak Sayur. Siapa tau dia tau sesuatu."
archa: "Bener juga tuh. Yuk, kita tanya."
Mereka bertiga mendekati tukang sayur yang sedang menata dagangannya.
archa: "Permisi, Pak."
Tukang Sayur: "Iya, Bu. Ada yang bisa saya bantu?"
salsa: "Pak, tadi ada pembeli laki-laki di sini kan ya?"
Tukang Sayur: "Oh, iya Bu. Baru aja pergi."
Resa: "Bapak kenal sama dia?"
Tukang Sayur: "Wah, maaf Bu. Saya nggak kenal. Kayaknya sih orang baru di komplek ini."
archa: "Gitu ya, Pak. Tapi Bapak inget nggak ciri-cirinya?"
Tukang Sayur: "Hmm... orangnya agak pendek, rambutnya hitam agak keriting. Oh iya, dia ngomongnya agak gagap gitu."
salsa terkesiap. "Tuh kan, bener! Pasti Azmi itu!"
archa: "Sabar dulu, Din. Pak, ada ciri lain nggak?"
Tukang Sayur: "Oh iya, dia jalannya agak aneh gitu. Kayak diseret gitu kakinya."
Resa: "Astaga, itu mah emang ciri-ciri Azmi banget!"
archa: "Iya, tapi kok bisa ya? Pak, dia beli apa aja?"
Tukang Sayur: "Wah, maaf Bu. Saya nggak bisa kasih tau itu. Privasi pembeli."
salsa: "Oh iya, bener juga. Maaf ya, Pak. Makasih banyak infonya."
Mereka bertiga kembali ke tempat semula, pikiran mereka dipenuhi tanda tanya.
archa: "Gimana nih? Kayaknya emang bener Azmi deh."
Resa: "Iya, tapi ngapain ya dia di sini?"
salsa: "Jangan-jangan... dia pindah ke sini?"
archa: "Masa sih? Kok nggak ada kabar sama sekali?"
Resa: "Eh, tapi inget nggak? Katanya di komplek ini ada rumah dinas baru. Jangan-jangan..."
salsa: "Astaga! Bener juga! Mungkin Azmi dapet mutasi ke sini?"
archa: "Tapi kok bisa ya? Dunia sempit amat sih sampe kita berempat bisa tinggal di komplek yang sama?"
Resa: "Iya ya. Aneh banget. Terus gimana dong? Kita cari tau lebih lanjut nggak nih?"
salsa: "Aduh, aku jadi bingung. Di satu sisi penasaran, tapi di sisi lain..."
archa: "Iya, aku ngerti. Kita semua kan punya masa lalu sama Azmi."
Resa: "Tapi guys, inget ya. Kita udah sama-sama move on. Jangan sampe gara-gara ini, masa lalu kita ganggu kehidupan sekarang."
salsa: "Bener tuh. Lagian, Azmi pasti udah punya kehidupan sendiri sekarang."
archa menghela napas. "Iya deh. Tapi tetep aja aku penasaran. Gimana kalau kita coba cari info pelan-pelan aja? Tanpa ganggu dia?"
Resa: "Boleh juga tuh. Tapi inget ya, jangan sampe keterusan."
salsa: "Oke deh. Yuk, kita lanjut belanja aja dulu. Nanti kita pikirin lagi soal ini."
Mereka pun melanjutkan belanja, tapi pikiran mereka masih dipenuhi dengan teka-teki tentang kehadiran Azmi di komplek mereka. Tanpa mereka sadari, kehidupan mereka mungkin akan segera berubah dengan kehadiran mantan kekasih mereka di lingkungan yang sama.
archa: "Eh, ngomong-ngomong... kalian masih sering kepikiran Azmi nggak sih?"
salsa: "Kadang-kadang sih. Tapi udah nggak sesering dulu."
Resa: "Aku juga gitu. Tapi sekarang malah jadi kepikiran lagi nih gara-gara kejadian tadi."
archa: "Sama. Kok ya takdir bisa selucu ini ya?"
Mereka bertiga tertawa kecil, sambil dalam hati bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya dalam kehidupan mereka di komplek ini.