Kejutan Manis
Bab 6 dari Novel Komplek Mantan
Azmi terpaku, matanya melebar. "De- Dellvina? A-ada apa ini?"
Dellvina tersenyum menggoda. "Selamat datang, suamiku sayang. Aku kangen."
Azmi, masih terkejut, mengulurkan buket bunga yang dipegangnya. "I-ini untukmu."
Dellvina menerima bunga itu, matanya berbinar. "Aww, makasih Mas. Kamu romantis banget sih."
Azmi tersenyum malu. "A-aku yang harusnya bilang makasih. Ka-kamu udah nyiapin kejutan begini."
Dellvina menarik tangan Azmi, membawanya masuk. "Ayo masuk dulu, Mas. Udah aku siapin makan malam spesial nih."
Azmi mengikuti Dellvina ke ruang makan. Di sana, meja telah disiapkan dengan lilin dan hidangan yang menggugah selera.
Azmi: "Wa-wah, kamu masak semua ini?"
Dellvina mengangguk bangga. "Iya dong. Khusus buat suamiku tersayang."
Mereka duduk berhadapan di meja makan. Azmi masih tampak terkesima.
Azmi: "A-ada acara apa nih, De? A-aku lupa anniversary kita ya?"
Dellvina tertawa kecil. "Nggak ada acara apa-apa kok, Mas. Cuma... pengen aja. Kita kan sebentar lagi mau pindah, jadi aku pengen bikin momen spesial."
Azmi tersenyum lembut. "Ka-kamu emang selalu bisa bikin aku kaget. Ta-tapi kaget yang menyenangkan."
Dellvina mulai menyendokkan makanan ke piring Azmi. "Nih, cobain dulu masakanku. Enak nggak?"
Azmi mencicipi. Matanya langsung berbinar. "E-enak banget, De! Ka-kamu makin jago masak aja."
Dellvina tersenyum puas. "Syukurlah kalau enak. Oh iya, Mas. Gimana hari ini di kantor?"
Azmi terdiam sejenak, teringat percakapannya dengan rayzan dan apa yang dia lihat di media sosial. Tapi dia memutuskan untuk tidak membahasnya.
Azmi: "Bi-biasa aja kok. Ta-tapi tadi rayzan ngajak makan siang bareng."
Dellvina: "Oh ya? Gimana kabar rayzan?"
Azmi: "Ba-baik. Di-dia juga dapat mutasi ke Bandung. Ka-katanya kita bakal satu komplek."
Dellvina berseru gembira. "Wah, asyik dong! Berarti aku bisa sering ketemu Mishel nih."
Azmi mengangguk. "I-iya, pasti seru. Oh iya, De..."
Dellvina: "Kenapa, Mas?"
Azmi meraih tangan Dellvina di atas meja. "Ma-makasih ya, udah selalu ada buat aku. A-aku sayang banget sama kamu."
Dellvina tersipu. "Aku juga sayang banget sama kamu, Mas. Kamu itu hadiah terindah buat aku."
Mereka berpandangan, saling tersenyum. Suasana menjadi hening, hanya ada suara detak jam dan denting alat makan.
Dellvina memecah keheningan. "Eh iya, Mas. Habis ini kita nonton film yuk. Aku udah siapin film romantis kesukaan kamu."
Azmi mengangguk antusias. "Bo-boleh banget! Ta-tapi... kamu nggak kedinginan pake baju itu?"
Dellvina tersenyum jahil. "Kalau dingin kan ada kamu yang bisa ngangetin."
Azmi tertawa, wajahnya memerah. "A-aduh, kamu bisa aja, De."
Mereka melanjutkan makan malam dengan obrolan ringan dan tawa. Azmi merasa sangat bersyukur. Di tengah kenangan masa lalu yang sempat muncul tadi, dia sadar bahwa kebahagiaannya yang sekarang jauh lebih berharga. Bersama Dellvina, dia merasa lengkap dan dicintai apa adanya.
Setelah makan malam, mereka berpindah ke ruang TV, siap menghabiskan malam dengan film romantis dan kehangatan satu sama lain. Azmi merangkul Dellvina, merasa bahwa inilah rumah sejatinya - dalam pelukan istrinya tercinta.