Kabar Gembira
Bab 1 dari Novel Komplek Mantan
Azmi: "De- Dellvina sayang, ba-bagaimana harimu?" Suaranya sedikit terbata-bata.
Dellvina tersenyum lembut, sudah terbiasa dengan cara bicara suaminya. "Hari ini lumayan melelahkan, Mas. Tadi ada pelanggan rewel di toko. Tapi ya sudahlah, namanya juga kerja."
Azmi: "Ma-maaf ya, a-aku nggak bisa bantu kamu di toko."
Dellvina menggeleng cepat. "Ih, kok ngomong gitu sih? Kamu kan sudah kerja keras di kantor. Justru aku yang harusnya Minta maaf karena pulang telat hari ini."
Azmi terkekeh pelan. "Ki-kita impas kalau gitu. Ta-tapi aku punya kabar bagus lho."
Dellvina langsung menegakkan tubuhnya, matanya berbinar penasaran. "Kabar apa, Mas? Jangan bilang kamu dapat bonus?"
Azmi: "Le-lebih dari itu. A-aku... dimutasi."
Dellvina mengerutkan kening. "Lho, kok malah dimutasi? Itu kabar baik atau buruk sih?"
Azmi tersenyum lebar. "Ka-kabar baik dong. Mu-mutasinya ke Bandung."
Dellvina terpekik kegirangan. "Serius? Kita bakal pindah ke Bandung? Ya ampun, Mas! Ini sih bukan kabar baik lagi, tapi kabar super duper baik!"
Azmi tertawa melihat reaksi istrinya. "Ka-kamu senang?"
Dellvina mengangguk antusias. "Senang banget lah! Akhirnya kita bisa punya rumah sendiri, nggak ngontrak lagi. Terus Bandung kan udaranya sejuk, banyak tempat wisata juga. Aduh, aku nggak sabar!
Azmi: "Ta-tapi kamu harus ninggalin toko kamu di sini."
Dellvina melambaikan tangannya santai. "Ah, gampang. Nanti di Bandung aku buka toko lagi. Yang penting kita bisa sama-sama. Eh, ngomong-ngomong kapan kita pindah?"
Azmi: "Du-dua bulan lagi. Ki-kita harus mulai siap-siap dari sekarang."
Dellvina mengangguk semangat. "Siap, Kapten! Besok kita mulai bikin daftar barang yang mau dibawa ya. Terus cari info soal perumahan di sana juga."
Azmi: "O-oke. Tapi ja-jangan lupa, kita juga harus cari rumah yang a-aksesibel buat aku."
Dellvina tersenyum lembut, menggenggam tangan Azmi. "Tenang aja, Mas. Kita pasti cari rumah yang nyaman buat kamu. Oh iya, nanti kalau udah di Bandung, kamu harus coba cilok. Katanya enak banget lho!"
Azmi tertawa. "Bu-bukannya cilok ada di mana-mana ya?"
Dellvina ikut tertawa. "Iya sih, tapi kan beda rasanya kalau makan cilok di Bandung. Sekalian kita bisa jadi food vlogger dadakan!"
Azmi: "Wa-waduh, bisa-bisa aku tambah gagap kalau di depan kamera."
Dellvina mencubit pipi Azmi gemas. "Biarin aja, yang penting kita happy. Lagian, kegagapan kamu tuh charming tau."
Azmi tersenyum malu. "Ma-makasih ya, udah selalu support aku."
Dellvina mendekatkan wajahnya, memberikan kecupan singkat di bibir Azmi. "Sama-sama, suamiku tersayang. Yuk tidur, besok kita mulai Massi besar: Operasi Pindah ke Bandung!"
Mereka berdua tertawa, lalu saling berpelukan. Malam itu, Azmi dan Dellvina tertidur dengan senyum di wajah, membayangkan petualangan baru yang menanti mereka di kota kembang.