Perbincangan di Balkon
Bab 35 dari Novel Komplek Mantan
archa: "Ari, boleh aku bicara sebentar?"
Ari: "Oh, I-archa. Te-tentu saja."
archa: "Aku... aku ingin minta maaf, Ari. Untuk semua yang terjadi di masa lalu."
Ari tersenyum lembut. "Su-sudahlah, archa. I-itu semua sudah berlalu."
archa: "Tapi aku perlu mengatakannya. Aku menyesal telah menyakitimu dulu. Kau... kau orang baik, Ari."
Ari: "Te-terima kasih, archa. A-aku juga sudah memaafkanmu sejak lama."
archa: "Kau benar-benar beruntung memiliki Dellvina. Dia wanita yang luar biasa."
Ari mengangguk. "I-iya, aku sangat bersyukur memiliki Dellvina."
Sementara itu, di ruang tamu, Dellvina sedang berbincang dengan Resa dan salsa.
Resa: " Dellvina, kami ingin berterima kasih sudah mengundang kami."
Dellvina tersenyum. "Sama-sama. Aku senang kalian bisa hadir."
salsa: " Dellvina, boleh aku jujur? Awalnya kami ragu untuk datang. Kami... kami merasa tidak pantas."
Dellvina: "Kenapa begitu?"
Resa: "Kami... kami pernah menyakiti Ari di masa lalu. Kami takut kehadiran kami akan membuat suasana tidak nyaman."
Dellvina menatap mereka dengan lembut. "Dengar, apa yang terjadi di masa lalu biarlah berlalu. Yang penting sekarang, kita semua sudah move on dan bisa berkumpul seperti ini."
salsa: "Kau benar-benar wanita yang hebat, Dellvina. Ari beruntung memilikimu."
Dellvina tersenyum. "Tidak, akulah yang beruntung memiliki Ari."
Di sisi lain kota, Farizsa masih terjaga di kamarnya. Dia memandangi foto lama dirinya dengan Ari.
Farizsa (monolog): "Ari, andai aku bisa memutar waktu. Andai aku tidak begitu bodoh dan egois dulu. Tapi... mungkin ini memang yang terbaik. Kau pantas bahagia dengan Dellvina."
Kembali ke rumah Ari, acara sudah berakhir. Ari dan Dellvina duduk di sofa, kelelahan tapi bahagia.
Dellvina: "Mas, aku bangga sama kamu."
Ari: "Ke-kenapa, De?"
Dellvina: "Kamu udah berhasil menghadapi semuanya dengan dewasa. Mantan-mantanmu, masa lalumu... kamu hebat, Mas."
Ari memeluk Dellvina. "I-ini semua berkat kamu, De. Ka-kamu yang memberi aku kekuatan."
Dellvina tersenyum dalam pelukan Ari. "Aku sayang banget sama kamu, Mas."
Ari: "A-aku juga sayang banget sama kamu, De."
Malam itu berakhir dengan manis. Ari dan Dellvina tertidur dalam pelukan satu sama lain, sementara di berbagai sudut kota, orang-orang dari masa lalu Ari mulai belajar untuk benar-benar melepaskan dan move on.