Obrolan Makan Siang yang Penuh Makna
Bab 21 dari Novel Komplek Mantan
Dellvina: "Hel, makasih ya udah mau nemenin aku belanja hari ini."
Mishel: "Sama-sama, Del. Aku juga seneng kok bisa jalan-jalan sama kamu."
Dellvina terdiam sejenak, seperti memikirkan sesuatu. Akhirnya, dia memberanikan diri untuk membuka topik yang sudah mengganggu pikirannya.
Dellvina: "Hel, boleh nggak aku nanya sesuatu?"
Mishel: "Boleh banget, Del. Mau nanya apa?"
Dellvina: "Ini... soal Ari dan mantan-mantannya."
Mishel terlihat sedikit terkejut. "Oh... oke. Kamu mau tau apa, Del?"
Dellvina: "Sebenarnya... aku penasaran sama hubungan Ari sama mereka dulu. Maksudku, aku percaya sama Ari, tapi... yah, kamu tau lah."
Mishel mengangguk paham. "Aku ngerti, Del. Wajar kok kamu penasaran. Mau aku ceritain?"
Dellvina: "Iya, Hel. Kalau kamu nggak keberatan."
Mishel menarik napas dalam-dalam. "Oke, jadi gini. Ari itu dulu pacaran sama archa, salsa, dan Resa. Tapi nggak bersamaan lho ya."
Dellvina tertawa kecil. "Iya, aku tau kok. Terus gimana?"
Mishel: "Nah, yang pertama itu archa. Mereka pacaran waktu awal kuliah. Awalnya sih lancar-lancar aja, tapi..."
Dellvina: "Tapi kenapa, Rel?"
Mishel: "archa selingkuh, Del. Dia ketemu cowok lain yang katanya lebih 'normal' dari Ari."
Dellvina terkesiap. "Ya ampun... terus Ari gimana?"
Mishel: "Ari hancur, Del. Dia down banget waktu itu. Tapi ya namanya Ari, dia tetep berusaha tegar."
Dellvina mengangguk sedih. "Terus... salsa?"
Mishel: "Nah, salsa ini yang kedua. Mereka pacaran sekitar setahun setelah Ari putus dari archa. Awalnya salsa ini baik banget sama Ari. Tapi..."
Dellvina: "Jangan bilang dia selingkuh juga?"
Mishel mengangguk. "Sayangnya iya, Del. salsa ketemu sama cowok yang katanya lebih mapan. Dia ninggalin Ari gitu aja."
Dellvina menggelengkan kepala tidak percaya. "Kok bisa-bisanya ya? Terus yang terakhir, Resa?"
Mishel: "Resa ini yang paling parah, Del. Dia pacaran sama Ari cuma buat taruhan."
Dellvina terkejut. "Hah? Taruhan gimana maksudnya?"
Mishel: "Jadi, Resa ini taruhan sama temen-temennya. Katanya dia bisa bikin Ari jatuh cinta dalam waktu sebulan. Eh, tau-tau dia malah yang jatuh cinta beneran sama Ari."
Dellvina: "Terus gimana?"
Mishel: "Ya, akhirnya Resa ngaku sama Ari soal taruhan itu. Ari sakit hati banget, Del. Dia mutusin Resa saat itu juga."
Dellvina terdiam, mencerna semua informasi yang baru dia dengar. "Ya ampun, Hel. Aku nggak nyangka Ari pernah ngalamin hal-hal kayak gitu."
Mishel: "Iya, Del. Ari itu orangnya baik banget. Sayangnya, dia sering dimanfaatin sama orang-orang yang nggak bener."
Dellvina: "Terus... soal watak mereka gimana, Rel?"
Mishel: "Hmm... archa itu orangnya ambisius, Del. Dia selalu ngejar yang terbaik, bahkan kalau itu berarti nyakitin orang lain. salsa, dia materialistis banget. Selalu ngejar harta dan status. Kalau Resa... dia sebenernya baik, tapi gampang kebawa arus."
Dellvina mengangguk paham. Lalu, dengan ragu-ragu, dia bertanya, "Hel... menurutmu, kalau salah satu dari mereka ngegoda Ari... apa Ari bakal tergoda?"
Mishel terdiam sejenak, memikirkan jawabannya. "Jujur ya, Del... aku berharap banget Ari nggak akan tergoda. Ari yang sekarang udah beda sama Ari yang dulu. Dia udah lebih dewasa, lebih bijak. Dan yang paling penting... dia punya kamu sekarang."
Dellvina tersenyum kecil. "Makasih, Hel. Aku juga berharap gitu."
Mishel menggenggam tangan Dellvina. "Del, percaya deh sama aku. Ari itu sayang banget sama kamu. Aku belum pernah liat dia sebahagia ini sebelumnya."
Dellvina: "Bener, Hel?"
Mishel mengangguk mantap. "Bener banget, Del. Kamu itu segalanya buat Ari sekarang. Jadi, jangan khawatir ya."
Dellvina tersenyum lega. "Makasih ya, Hel. Udah mau cerita dan nenangin aku."
Mishel: "Sama-sama, Del. Kita kan udah kayak keluarga. Harus saling support dong."
Dellvina: "Iya, Rel. Eh, ngomong-ngomong... Ari bilang dia mau ngadain acara kumpul-kumpul. Kamu udah tau?"
Mishel: "Oh, iya. Kamu serius?"
Dellvina mengangguk. "Iya, aku serius kok. Menurutku ini kesempatan bagus buat kita semua bisa move on sepenuhnya."
Mishel tersenyum lebar. "Wah, aku seneng denger itu, Del. Kamu emang istri yang pengertian banget."
Mereka melanjutkan makan siang sambil mengobrol tentang rencana acara kumpul-kumpul tersebut. Dellvina merasa lega sudah bisa mendengar cerita tentang masa lalu Ari. Meski ada sedikit kekhawatiran, tapi dia yakin bahwa cintanya dan Ari cukup kuat untuk menghadapi apapun.