Siang itu, Dellvina dan Mishel sedang memasak bersama di dapur rumah Dellvina. Tiba-tiba, Dellvina merasa mual dan berlari ke kamar mandi.

Mishel: "Del, kamu nggak apa-apa?"

Dellvina keluar dari kamar mandi, wajahnya pucat. "Entahlah, Hel. Aku merasa tidak enak badan."

Mishel: "Sudah berapa lama kamu merasa seperti ini?"

Dellvina: "Beberapa hari terakhir. Aku pikir hanya masuk angin biasa."

Mishel menatap Dellvina curiga. "Del, jangan-jangan... Ayo kita ke klinik sekarang!"

Dellvina: "Tapi Hel..."

Mishel: "Tidak ada tapi-tapian. Ayo!"

Di klinik, setelah pemeriksaan...

Dokter: "Selamat, Bu Dellvina. Anda positif hamil."

Dellvina dan Mishel terkesiap, air mata bahagia mulai mengalir.

Dellvina: "Be-benarkah, dokter?"

Dokter mengangguk. "Iya, sudah masuk minggu keenam."

Mishel memeluk Dellvina erat. "Selamat, Del! Ya ampun, aku senang sekali!"

Dalam perjalanan pulang...

Mishel: "Del, kita harus beri kejutan untuk Azmi!"

Dellvina: "Iya, Hel. Tapi bagaimana caranya?"

Mishel: "Bagaimana kalau kita adakan makan malam? Kita undang teman-teman juga!"

Dellvina: "Ide bagus! Ayo kita hubungi archa, salsa, dan Resa untuk membantu."

Mereka segera menghubungi tiga sekawan itu.

Dellvina (di telepon): "Cha, bisa bantu aku dan Mishel? Ada kejutan untuk Azmi."

archa: "Tentu, Del! Ada apa?"

Dellvina menceritakan rencananya.

archa: "Wah, itu kabar yang luar biasa! Kami akan segera ke sana!"

Tak lama kemudian, archa, salsa, dan Resa tiba di rumah Dellvina.

salsa: "Jadi, apa yang bisa kami bantu?"

Dellvina: "Kita akan siapkan makan malam spesial. Resa, bisa bantu aku memasak?"

Resa: "Siap, Del!"

Mishel: "Aku dan archa akan menghias ruangan."

salsa: "Aku akan menyiapkan kue kejutan!"

Mereka mulai bekerja, sibuk menyiapkan segalanya. Suasana rumah dipenuhi tawa dan kegembiraan.

Dellvina (berbisik pada perutnya): "Sayang, kita akan beri kejutan untuk ayah. Semoga dia senang ya."

Sore menjelang, semuanya hampir siap.

Mishel: "Del, sebaiknya kamu hubungi Azmi sekarang. Suruh dia pulang cepat."

Dellvina mengangguk dan menelepon Azmi.

Dellvina: "Mas, bisa pulang cepat hari ini? Ada yang ingin aku bicarakan."

Azmi (di telepon): "Ba-baiklah, De. A-ada apa? Kamu baik-baik saja?"

Dellvina tersenyum. "Iya, Mas. Aku baik-baik saja. Pokoknya pulang ya."

Setelah menutup telepon, Dellvina berpaling ke teman-temannya.

Dellvina: "Oke, semuanya. Azmi akan segera pulang. Ayo kita selesaikan ini!"

Mereka kembali sibuk, memastikan semuanya sempurna untuk momen spesial ini. Dellvina tidak sabar untuk melihat reaksi Azmi saat mengetahui kabar bahagia ini.