Kejutan yang Tak Terduga
Bab 36 dari Novel Komplek Mantan
Azmi: "Ha-halo?"
Rayanas: "Azmi? Ini Rayanas."
Azmi terkejut: "Ra-Rayanas? Ada apa?"
Rayanas: "Azmi, aku... aku butuh bantuanmu. Aku ingin memperbaiki hubunganku dengan archa."
Azmi: "Be-benarkah?"
Rayanas: "Iya, Azmi. Aku sadar aku salah. Nasihatmu waktu itu... benar-benar membuatku berpikir. Aku ingin kembali pada archa."
Azmi tersenyum: "A-aku senang mendengarnya, Rayanas. A-apa yang bisa kubantu?"
Rayanas: "Bisakah kau jadi penengah? Mungkin kita bisa bertemu di cafe kemarin?"
Azmi: "Te-tentu. A-aku akan menghubungi archa."
Setelah menutup telepon, Azmi merasa lega. Namun, kelegaan itu tidak bertahan lama. Farizsa masuk ke ruangannya dengan setumpuk dokumen.
Farizsa: "Pak Azmi, ini dokumen yang perlu ditandatangani."
Tiba-tiba, Farizsa tersandung dan kehilangan keseimbangan. Refleks, dia berpegangan pada Azmi, dan mereka berdua jatuh dalam posisi yang terlihat seperti berpelukan.
Azmi dan Farizsa terdiam, terkejut dengan posisi mereka. Tepat saat itu, pintu terbuka.
Dellvina: "Mas, aku bawain makan si--"
Dellvina terpaku di ambang pintu, melihat pemandangan di depannya. Kotak makan siang di tangannya jatuh, isinya berhamburan di lantai.
Dellvina: "Mas... apa-apaan ini?"
Azmi segera berdiri, panik: "De- Dellvina! I-ini tidak seperti yang kamu lihat!"
Tapi Dellvina sudah berbalik dan berlari keluar kantor. Air mata mengalir di pipinya.
Azmi: " Dellvina! Tunggu!"
Azmi mencoba mengejar, tapi dengan keterbatasannya, dia tidak bisa berlari cepat. Dia hanya bisa melihat Dellvina semakin menjauh.
Azmi (berteriak): " Dellvina! To-tolong dengarkan aku!"
Tapi Dellvina terus berlari, menghilang di antara kerumunan orang di jalan.
Azmi jatuh terduduk di trotoar, napasnya tersengal-sengal. Air mata mulai menggenang di matanya.
Azmi (berbisik): "Ya Allah... a-apa yang harus aku lakukan?"
Farizsa, yang mengikuti Azmi keluar, berdiri di belakangnya dengan rasa bersalah yang luar biasa.
Farizsa: "Azmi, aku... aku minta maaf. Ini semua salahku."
Azmi menggeleng, masih mencoba mengatur napasnya: "Bu-bukan salahmu, Farizsa. I-ini hanya kesalahpahaman."
Farizsa: "Tapi... aku yang menyebabkan semua ini."
Azmi berdiri dengan susah payah: "A-aku harus mencari Dellvina. A-aku harus menjelaskan semuanya."
Sementara itu, Dellvina terus berlari, air matanya mengaburkan pandangan. Hatinya terasa hancur, bayangan Azmi dan Farizsa terus berputar di kepalanya.
Dellvina (dalam hati): "Kenapa, Mas? Kenapa harus seperti ini?"
Hari itu, yang seharusnya menjadi hari baik dengan rencana mendamaikan Rayanas dan archa, berubah menjadi hari yang penuh drama dan kesalahpahaman. Azmi kini harus berjuang untuk menjelaskan kebenaran pada Dellvina dan menyelamatkan pernikahan mereka.