Nama yang Tak Asing
Bab 23 dari Novel Komplek Mantan
Dellvina: "Hel, mau minum apa? Aku buatin deh."
Mishel: "Air putih aja deh, Del. Makasih ya."
Dellvina pergi ke dapur sebentar dan kembali dengan dua gelas air putih. Dia menyerahkan satu gelas pada Mishel dan duduk di sampingnya.
Dellvina: "Eh, Hel. Tetangga baru kita tadi kayaknya baik ya."
Mishel: "Iya, kelihatannya ramah banget. Siapa tadi namanya? Farizsa ya?"
Dellvina mengangguk. "Iya, Farizsa. Tapi entah kenapa, aku ngerasa ada yang aneh deh."
Mishel mengerutkan kening. "Aneh gimana, Del?"
Dellvina: "Nggak tau nih, Hel. Kayak ada sesuatu yang mengganjal di hati aku. Tapi aku nggak tau apa."
Mishel: "Lho, kok bisa gitu? Perasaan tadi biasa aja deh pas kenalan."
Dellvina: "Iya, aku juga bingung. Tapi rasanya... nama itu nggak asing di telinga aku."
Mishel: "Maksudnya? Kamu pernah denger nama itu sebelumnya?"
Dellvina terdiam sejenak, mencoba mengingat-ingat. Tiba-tiba, matanya melebar.
Dellvina: "Hel! Aku inget!"
Mishel terkejut. "Inget apa, Del?"
Dellvina: "Nama Farizsa... aku pernah baca di catatan Azmi!"
Mishel: "Catatan Azmi? Catatan apa?"
Dellvina: "Jadi gini, Rel. Dulu pas aku sama Azmi baru pacaran, aku pernah nemu buku diary lama Azmi. Di situ ada beberapa nama cewek, termasuk nama Farizsa."
Mishel terdiam sejenak, mencoba mengingat-ingat. "Farizsa... Farizsa... Oh!"
Dellvina: "Kenapa, Hel? Kamu inget sesuatu?"
Mishel mengangguk. "Iya, Del. Aku baru inget. Farizsa itu... salah satu mantan Azmi."
Dellvina terkesiap. "Hah? Serius, Rel?"
Mishel: "Iya, Del. Aku inget sekarang. Farizsa itu mantan Azmi waktu SMA dulu."
Dellvina: "Ya ampun... Kok bisa ya? Dunia sesempit apa sih sampai kita bisa ketemu lagi sama mantan Azmi?"
Mishel: "Aku juga nggak nyangka, Del. Tapi... kita juga belum yakin nih. Bisa aja ini cuma kebetulan nama doang."
Dellvina mengangguk pelan. "Iya sih, Hel. Lagian kita juga belum liat wajahnya Farizsa yang mantan Azmi itu kan?"
Mishel: "Bener, Del. Kita jangan buru-buru ambil kesimpulan dulu. Bisa aja ini cuma kebetulan."
Dellvina: "Tapi Hel... kalau beneran dia mantan Azmi gimana?"
Mishel menggenggam tangan Dellvina. "Del, denger ya. Kalaupun dia beneran mantan Azmi, kamu nggak perlu khawatir. Azmi udah move on, dia sayang banget sama kamu."
Dellvina tersenyum lemah. "Iya sih, Hel. Tapi tetep aja... aku jadi kepikiran."
Mishel: "Aku ngerti, Del. Tapi percaya deh sama aku. Azmi udah beda sekarang. Dia nggak akan ngelihat ke belakang lagi."
Dellvina: "Makasih ya, Hel. Kamu selalu bisa bikin aku tenang."
Mishel tersenyum. "Sama-sama, Del. Kita kan sahabat. Harus saling support dong."
Dellvina: "Iya, Rel. Oh iya, menurutmu aku harus cerita ke Azmi soal ini nggak?"
Mishel terdiam sejenak, memikirkan jawabannya. "Hmm... menurutku sih, untuk saat ini jangan dulu deh, Del."
Dellvina: "Kenapa, Hel?"
Mishel: "Soalnya kita belum yakin kan ini Farizsa yang mana. Nanti malah bikin Azmi kepikiran. Mending kita cari tau dulu pelan-pelan."
Dellvina mengangguk setuju. "Iya ya, bener juga. Kita cari tau dulu aja pelan-pelan."
Mishel: "Nah, gitu dong. Yang penting sekarang kamu jangan terlalu dipikirin ya, Del. Anggap aja ini kebetulan biasa."
Dellvina tersenyum. "Oke deh, Hel. Makasih ya udah mau dengerin aku."
Mishel: "Sama-sama, Del. Eh, ngomong-ngomong... kita jadi bikin acara kumpul-kumpul kan?"
Dellvina: "Oh iya! Jadi dong. Nanti aku omongin lagi sama Azmi ya soal detailnya."
Mereka melanjutkan obrolan, membahas rencana acara kumpul-kumpul yang akan datang. Meski masih ada sedikit kekhawatiran di hati Dellvina, dia berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya. Dia yakin, apapun yang terjadi, cintanya dan Azmi cukup kuat untuk menghadapi segala tantangan.