Pagi yang Sibuk dan Perjalanan ke Kantor
Bab 20 dari Novel Komplek Mantan
Dellvina: "Mas, sarapannya enak nggak?"
Azmi mengangguk sambil tersenyum. "E-enak banget, De. Ma-makasih ya."
Dellvina: "Syukurlah kalau enak. Oh iya, Mas... aku mau minta izin nih."
Azmi mengangkat alisnya. "I-izin apa, De?"
Dellvina: "Hari ini aku mau keluar sama Mishel. Kita mau belanja sekalian cari tempat buat buka toko baru."
Azmi: "Oh, bo-boleh kok, De. Ta-tapi hati-hati ya."
Dellvina: "Siap, Mas! Kamu nggak apa-apa kan aku tinggal?"
Azmi tersenyum lembut. "Ng-nggak apa-apa kok, De. A-aku juga harus ke kantor. Ma-maaf ya belum bisa nemenin kamu cari tempat."
Dellvina menggeleng. "Ih, Mas. Nggak usah minta maaf. Aku ngerti kok kamu sibuk."
Selesai sarapan, Azmi bersiap untuk berangkat.
Azmi: "De, a-aku berangkat ya."
Dellvina menyerahkan kotak bekal pada Azmi. "Nih, Mas. Bekal buat kamu. Jangan lupa dimakan ya."
Azmi mengecup kening Dellvina. "Ma-makasih, De. A-aku berangkat dulu ya."
Dellvina: "Hati-hati di jalan, Mas. Jangan ngebut ya."
Azmi mengangguk dan keluar rumah. Dia berjalan menuju rumah rayzan yang tak jauh dari rumahnya. Saat melewati sebuah rumah yang beberapa hari lalu masih kosong, Azmi terkejut melihat keramaian di sana.
Azmi bergumam pada diri sendiri: "Lho, a-ada yang baru pindah ya?"
Namun, mengingat dia harus menjemput rayzan, Azmi memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya dan bergegas ke rumah sahabatnya.
Azmi mengetuk pintu rumah rayzan. "Zan, u-udah siap belum?"
rayzan membuka pintu. "Eh, Azmi. Udah siap nih. Yuk berangkat."
Mereka berdua masuk ke mobil Azmi dan mulai perjalanan ke kantor.
rayzan: "Eh, Mi. Tadi pagi aku dengar ada yang baru pindah ke komplek kita lho."
Azmi mengangguk. "I-iya, aku juga liat. Ta-tapi nggak sempet merhatiin."
rayzan: "Oh iya, Mi. Gimana kemaren? Jadi jalan-jalan sama Dellvina?"
Azmi: "Ja-jadi kok, Zan. Ma-malah... kita ketemu archa, salsa, sama Resa."
rayzan terkejut. "Serius, Mi? Terus gimana?"
Azmi: "Ya-ya gitu deh. A-awalnya canggung sih. Ta-tapi Dellvina pinter banget mecahin suasana."
rayzan: "Wah, Dellvina emang hebat ya. Terus, mereka gimana reaksinya?"
Azmi: "Ke-kelihatannya sih biasa aja. Me-mereka ramah sama Dellvina."
rayzan: "Syukur deh kalau gitu. Terus kamu sendiri gimana perasaannya?"
Azmi terdiam sejenak. "Ju-jujur, Zan... awalnya aku takut banget. Ta-takut ada perasaan aneh yang muncul. Ta-tapi ternyata... nggak ada apa-apa."
rayzan: "Maksudnya?"
Azmi: "Ma-maksudnya, aku sadar kalau aku udah bener-bener move on. A-aku cuma nganggep mereka sebagai temen lama aja sekarang."
rayzan menepuk pundak Azmi. "Wah, itu bagus banget, Mi! Berarti kamu udah bener-bener bahagia sama Dellvina ya."
Azmi tersenyum. "I-iya, Zan. A-aku bersyukur banget punya Dellvina."
rayzan: "Aku ikut seneng denger itu, Mi. Oh iya, ngomong-ngomong soal ketemu mereka... kamu ada rencana apa ke depannya?"
Azmi: "Se-sebenernya... aku sama Dellvina lagi mikir buat ngadain acara kumpul-kumpul."
rayzan terkejut. "Serius, Mi? Kamu yakin?"
Azmi mengangguk. "I-iya, Zan. A-aku rasa ini bisa jadi kesempatan bagus buat kita semua move on sepenuhnya."
rayzan: "Wah, ide bagus tuh, Mi. Kapan rencananya?"
Azmi: "Re-rencananya sih minggu depan. Ka-kamu sama Mishel bisa kan?"
rayzan: "Kayaknya sih bisa, Mi. Nanti aku konfirmasi lagi ya sama Mishel."
Azmi: "O-oke, Zan. Ma-makasih ya."
rayzan: "Sama-sama, Mi. Eh, ngomong-ngomong... kamu nggak kepikiran buat balikan sama salah satu dari mereka kan?"
Azmi tertawa. "Ha-haha, nggak lah, Zan. A-aku udah bahagia sama Dellvina. La-lagian, mereka juga udah punya kehidupan masing-masing."
rayzan: "Iya sih. Tapi kan nggak ada yang tau ya, Mi. Kadang perasaan lama bisa muncul lagi."
Azmi menggeleng tegas. "Ng-nggak akan, Zan. A-aku udah janji sama diriku sendiri dan sama Dellvina. De- Dellvina itu segalanya buat aku sekarang."
rayzan tersenyum lega. "Syukurlah kalau gitu, Mi. Aku seneng liat kamu bahagia."
Mereka melanjutkan perjalanan sambil mengobrol santai tentang pekerjaan dan kehidupan baru mereka di Bandung. Azmi merasa lega bisa berbagi cerita dengan rayzan, dan dia semakin yakin dengan keputusannya untuk mengadakan acara kumpul-kumpul nanti.