Kejutan Bahagia
Bab 53 dari Novel Komplek Mantan
Ari: "Za-zan, menurutmu ada apa ya? Ke-kenapa kita disuruh pulang cepat?"
rayzan: "Entahlah, ri. Mishel juga menyuruhku ikut denganmu. Mungkin ada sesuatu yang penting?"
Ari: "A-aku jadi khawatir. Se-semoga tidak terjadi apa-apa dengan Dellvina."
rayzan: "Tenang, ri. Kalau ada apa-apa, mereka pasti sudah bilang."
Sesampainya di rumah Ari, mereka disambut oleh pemandangan yang tidak biasa. Rumah dihias dengan balon dan pita, dan aroma masakan lezat tercium dari dalam.
Ari: "A-apa ini?"
Mereka masuk dan disambut oleh sorakan gembira dari Dellvina, Mishel, archa, salsa, dan Resa.
Semua: "Selamat datang!"
Ari terkejut: "De- Dellvina? A-ada apa ini?"
Dellvina tersenyum lebar: "Selamat datang, Mas. Kami punya kejutan untukmu."
Ari: "Ke-kejutan? Ta-tapi ini bukan ulang tahunku."
Dellvina tertawa kecil: "Bukan, Mas. Ini lebih dari sekedar ulang tahun."
Ari semakin bingung: "La-lalu, acara apa ini?"
Dellvina: "Ini acara syukuran, Mas."
Ari: "Syu-syukuran? Untuk apa?"
Dellvina: "Untuk perubahan panggilan kita, Mas."
Ari semakin bingung: "Pe-perubahan panggilan? Ma-maksudnya?"
Dellvina tersenyum misterius: "Mulai hari ini, panggilan kita 'Ayah' dan 'Ibu' ya, biar terbiasa."
Ari terdiam sejenak, mencoba mencerna kata-kata Dellvina. Tiba-tiba matanya melebar.
Ari: "De- Dellvina... ja-jangan-jangan..."
Dellvina mengangguk, air mata bahagia mulai menggenang di matanya. Dia mengambil amplop dari meja dan menyerahkannya pada Ari.
Dellvina: "Iya, Mas. Kita akan jadi orang tua."
Ari membuka amplop dengan tangan gemetar, membaca surat hasil pemeriksaan. Air matanya mulai mengalir.
Ari: "Ki-kita... kita akan punya anak?"
Dellvina mengangguk, air matanya juga mengalir. "Iya, Ayah. Kita akan punya anak."
Ari langsung memeluk Dellvina erat. "Te-terima kasih, De. Te-terima kasih."
Semua yang hadir bertepuk tangan dan ikut terharu.
rayzan: "Selamat ya, ri, Del! Akhirnya aku akan jadi om!"
Mishel: "Dan aku akan jadi tante!"
archa, salsa, dan Resa juga memberi selamat.
salsa: "Selamat ya, Ari, Dellvina. Kalian pasti akan jadi orang tua yang hebat."
Resa: "Iya, aku tidak sabar menunggu si kecil lahir."
archa: "Kami akan selalu mendukung kalian."
Ari masih memeluk Dellvina, tidak bisa berhenti menangis bahagia.
Ari: "A-aku mencintaimu, De. Sa-sangat mencintaimu."
Dellvina: "Aku juga mencintaimu, Mas. Kita akan jadi keluarga yang sempurna."
rayzan: "Nah, sekarang saatnya berpesta! Ayo kita rayakan kabar bahagia ini!"
Mereka semua berkumpul di meja makan, menikmati hidangan yang telah disiapkan. Suasana dipenuhi tawa, air mata bahagia, dan harapan untuk masa depan.
Ari tidak bisa berhenti tersenyum, tangannya terus menggenggam tangan Dellvina.
Ari: "De- Dellvina, a-aku janji akan menjadi ayah yang baik."
Dellvina: "Aku tahu, Mas. Kau pasti akan jadi ayah yang luar biasa."
Malam itu, rumah Ari dan Dellvina dipenuhi kebahagiaan. Mereka merayakan awal dari babak baru dalam hidup mereka, dikelilingi oleh orang-orang yang mereka sayangi. Ari dan Dellvina tahu, perjalanan mereka sebagai orang tua akan penuh tantangan, tapi mereka siap menghadapinya bersama-sama.