Aku Kau dan November
november bulan yang penuh kenangan. Masih terekam jelas di pikiranku. Hari itu menjadi hari pertama kita bertemu, setelah beberapa bulan menjalani hubungan secara virtual. Betapa semangatnya aku di pagi itu. Menyiapkan segalanya, agar tampil sangat baik di hadapanmu. Satu November menjadi hari bersejarah untuk kita. Karena hari itu aku resmi menjadi pengganti matamu secara nyata. dua buku tulis yang kutitipkan padamu, menjadi saksi bisu pertemuan kita. Hari itu juga, aku berharap selamanya kamu dan aku akan menjadi kita. walaupun yang terjadi kemudian, aku dan kamu malah menjadi kenangan. Tahun ini, November kedua aku tanpa kamu. Tak mengapa, karena aku sudah jauh lebih ikhlas dengan kepergianmu. Namun, aku juga ingin memohon maaf. sebab, hingga kini aku masih terkadang merindukanmu.